Wednesday, December 4, 2013

PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR DAN ELEMEN-ELEMEN PADA BAHASA PEMROGRAMAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.       LATAR BELAKANG
Untuk memperoleh program yang baik dan terstruktur perlu mempelajari elemen bahasa pemrograman. Oleh karean itu, penyusun mencoba untuk memaparkan masalah tentang elemen-elemen bahasa pemrograman.

2.       RUMUSAN MASALAH
Makalah ini merumuskan tentang elemen-elemen bahasa pemrograman, seperti aturan leksial, tipe data yang digunakan.

3.       RUANG LINGKUP
Dalam makalah ini, penulis membatasi masalah yang akan dibahas pada materi kuliah Pemrograman Terstruktur. Pembahasan lebih dikhususkan pada elemen-elemen bahasa pemrograman. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempertegas pembahasan sehingga dapat terfokus pada masalah yang akan dibahas serta dapat memberikan gambaran umum tentang isi makalah sehingga pembaca lebih mudah mempelajarinya.

4.       METODE PENGUMPULAN DATA
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penyusunan tugas ini, penulis menggunakan Metode Browsing Internet, yaitu metode yang dilakukan dengan browsing atau membaca atau mencari referensi-referensi yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam tugas ini di internet.

5.       SISTEMATIKA PENULIS
Untuk memudahkan pembaca dalam mempelajari dan mengetahui isi makalah ini, penulis memberikan uraian singkat mengenai gambaran pada masing-masing bab melalui sistematika penulisan yaitu :

BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini, penulis menguraikan tentang latar belakang penulisan, rumusan masalah, ruang lingkup, maksud dan tujuan serta metode-metode yang digunakan dalam pengumpulan data untuk menyusun tugas ini. Selain itu, penulis juga menguraikan mengenai sistematika penulisan.

BAB II PEMBAHASAN
Pada bab ini, penulis menguraikan tentang materi-materi yang akan dibahas karena bab ini merupakan bab utama dari makalah ini. Dalam bab ini penulis menguraikan tentang elemen-elemen bahasa pemrograman, meliputi: aturan leksial, tipe data,expression,statement.

BAB III PENUTUP
Dalam bab ini, penulis menguraikan tentang kesimpulan-kesimpulan dari masalah yang dibahas serta saran-saran yang penulis ajukan guna perbaikan selanjutnya.




























BAB II
PEMBAHASAN

2.1.   Elemen dalam Bahasa Pemograman
Berikut adalah elemen pada bahasa pemograman :
1.       Aturan Leksikal
Yaitu aturan yang digunakan dalam membentuk suatu deklarasi, definisi maupun statement hingga menjadi suatu program yang utuh.
Aturan ini meliputi beberapa element antara lain :
a.        Token
Unit terkecil dari teks dalam program Pascal yang mempunyai arti khusus dan dikelompokan menjadi simbol – simbol / sejumlah karakter.
Token yaitu element terkecil pada bahasa pemograman yang memiliki arti penting bagi compiler.
Yang termasuk Token antara lain : identifier, keywords, operator.
Token yang satu dengan yang lain dipisahkan dengan sutu atau lebih spasi, tab, baris baru atau komentar, token menggunakan = symbol alphabet, angka dan karakter khusus.\
b.      Komentar
Komentar yaitu kalimat yang digunakan untuk menjelasakan antara lain kegunaan dari program, dokumentasi program (agar program lebih mudah dipahami).
Komentar a teks (kumpulan karakter) yang diabaikan oleh compiler. Komentar sangat berguna untuk memberi catatan mengenai bagian program tertentu sebagai referensi baik bagi programmer itu sendiri maupun orang lain yang membaca kode program tertentu. Komentar tidak mempengaruhi proses program.
Contoh penulisan : {isi komentar} dengan kurung kurawal

c.       Identifier
Digunakan untuk menjelasakan Tipe Data, Fungsi dan Prosedur Program.
Identifier merupakan kumpulan karakter yang digunakan sebagai penanda utnuk nama variable, nama tipe data, fungsi, prosedur. Aturan penulisan identifier pada bahasa pascal yaitu suatu identifier harus diawalioleh karakter non angka.
Ketentuan identifier :
·         Gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama huruf.
·         Tidak boleh ada spasi
·         Tidak boleh ada simbol khusus kecuali garis bawah (under line)
·         Penggunaan panjang karakter maksimal 63 karakter.

d.      Keyword
Yaitu kata – kata yang telah didefinisikan oleh bahasa pemograman yang bersangkutan. Kata – kata tersebut telah memiliki definisi yang sudah tetap dan tidak dapat diubah. Karena telah memiliki definisi tertentu maka kata – kata ini tidak dapat digunakan sebagai identifier.

e.       Operator
Yaitu digunakan untuk menyatakan suatu perhitungan /operasi. Operator yang digunakan untuk operasi yang melibatkan satu operand disebut unary operator. Jika melibatkan dua operand maka disebut binary operator, dan jika melibatkan tiga operand disebut ternary operator. Didalam suatu operasi terdapat banyak operator. Urutan eksekusi dari operator – operator disebut juga operator predence. Predence yang lebih rendah akan dieksekusi belakangan,misalnya : A=( 10 + 5 )* 2.

f.       Arithmetic Operator
Arithmetic Operator yaitu operator yang digunakan untuk melakukan perhitungan matematika.
Contoh : $a = 5 + 3; Operator ” + ” berfungsi untuk menambahkan kedua operand ( 5 dan 3 ).
Ada beberapa Arithmetic Operator  yaitu :
1.      i.      + : penjumlahan
2.      ii.      – : pengurangan
3.      iii.      * : perkalian
4.      iv.      / : pembagian
5.      v.      % : nilai sisa pembagian

g.       Assignment Operator
Assignment Operator merupakan salah satu operator PHP yang digunakan untuk memberikan nilai ke dalam variabel tertentu.
Contoh sederhana penggunaan assignment operator adalah sebagai berikut :
$nama = ” Widi Mawardi ”; pada contoh diatas operator  sama dengan ( = ) digunakan untuk mengisi variabel  nama dengan Widi Mawardi.

h.      Bitwise dan Logical Operator
Bitwise dan Logical Operator yaitu digunakan untuk melakukan operasi bit dan logika.
Logical Operator pada PHP digunakan untuk membandingkan dua nilai variabel yang bertipe boolean. Hasil yang didapat dari penggunaan logical operator adalah boolean ( True, False). Tabel logika berikut digunakan sebagai pedoman perhitungan.


i.        Relational Operator
Relational Operator digunakan untuk membandingkan nilai dari dua operand. Hasil perbandingan dinyatakan dalam nilai Boolean. True berarti benar, dan False berarti salah. Beberapa jenis relational operator dapat dilihat dibawah ini :
1.      i.      == : operand kanan bernilai sama dengan operand kiri
2.      ii.      > : operand kiri bernilai lebih besar dari pada operand kanan
3.      iii.      < : operand kiri bernilai lebih kecil dari operand kanan
4.      iv.      >= : operand kiri bernilai lebih besar atau sama dengan operand kanan
5.      v.      <= : operand kiri bernilai lebih kecil atau sama dengan operand kanan
6.      vi.      != : operand kanan tidak bernilai sama dengan operand kiri
j.   Pointer Operator
Pointer Operator yaitu merupakan operasi pada operand yang berupa pointer. Pada bahasa pascal digunakan tanda ” ^ ” sebagai deference pointer.


2.       Tipe Data
Pada suatu bahasa pemrograman umumnya telah menyediakan tipe – tipe data yang sederhana ( simple ) maupun yang terstruktur.

1.              Tipe data  yang sederhana
Tipe data sederhana disebut juga sebagai tipe data skalar, bahwa dalam sebuah perubah hanya dimungkinkan untuk menyimapan sebuah nilai data, tipe data skalar menunjukkan untuk data tersebut nilainya terbentuk menurut satuan urutan tertentu. Tipe daata sederhana dibagi menjadi :

2.              Tipe Ordinal (berurutan)
Yaitu sebuah subset dari tipe data sederhana. Semua tipe sederhana disebut sebagai data dengan tipe ordinal kecuali tipe real. Dalam bahasa pascal, tipe data skalar menunjukkan bahwa untuk data tersebut nilainya terbentuk menurut urutan tertentu, yaitu nilainya ada dalam urutan.
Macam – macam dari tipe ordinal :
·         Integer yaitu tipe data yang digunakan untuk menyimpan bilangan bulat (tidak memiliki titik decimal). Ada lima tipe data yang termasuk dalam kelompok ini yaitu integer, short int, long int, byte dan word.
·         Boolean yaitu tipe data yang hanya mempunyai dua nilai, yaitu Benar (True) atau Salah (False). Operator yang digunakan adalah  AND, OR atau NOT.
·         Char yaitu tipe data yang digunakan untuk menyimpan data alfanumeris. Dalam program pascal, nilai data tipe char ditulis diantara tanda petik, seperti : ’A’, ’Z’, ’8’, ’*’, dsb.
·         Terbilang yaitu digunakan untuk memberi nama pada beberapa nilai tertentu. Tipe data yang didefinisikan sendiri oleh pembuatnya yang dikenal dengan tipe data enumerated).

Contoh :
Type
Hari = (Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu).
§  Sub jangkauan yaitu digunakan untuk mendeklarasikan tipe yang berada pada jangkauan tertentu. Pada dasarnya type sub jangkauan hampir sama dengan type bilangan bulat.
Contoh :
Type
Batas = 0 …. 100

a)      Type Real
Yaitu type data yang menggunakan/ menyimpan bilangan real / pecahan.
Terdapat 5 macam data pada type real, yaitu : real, single, double, extended dan comp. Penggunaan type data real ini adalah dalam perhitungan matematika, sains dimana derajat ketelitian sangat diperhatikan.
b)      Type Data Terstruktur
Yaitu tipe data yang menampung lebih dari satu nilai, sebagai berikut :
Ø  Array
Yaitu tipe data berindeks yang terdiri dari satu atau lebih elemen / komponen yang memiliki tipe data yang sama.
Posisi masing – masing komponen dalam larik dinyatakan sebagai nomor index.
Array dapat didefinisikan sebagai suatu himpunan hingga elemen yang terurut dan homogen.
Terurut dapat diartikan bahwa elemen tersebut diidentifikasikan sebagai elemen pertama, elemen kedua dan seterusnya sampai elemen ke-n.
Karakteristik Array :
·         Mempunyai batasan dari pemesanan alokasi memory
·         Mempunyai type data yang sama
·         Dapat diakses secara acak
3 hal yang harus diketahui dalam mendeklarasikan array :
1.    Nama array
2.    Range dari subkrip (jangkauan array)
3.    Type data array

2.            Record (Pascal) dan struct (Bahasa C)
Yaitu kumpulan data yang setiap elemennya bias mempunyai tipe data yang berbeda satu sama lainnya. Tipe data ini digunakan untuk mempresentasikan kumpulan (set) elemen / komponen yang memiliki satu jenis atau lebih tipe data. Tiap elemen disebut juga field atau property atau attribute.

3. Expression
Yaitu pernyataan yang menyatakan suatu nilai.
Ekpression yang paling sederhana yaitu nama variabel.
Ekpession yang lebih kompleks akan melibatkan operator-operator, maupun pemanggilan functional atau procedure.

4.Statement
Yaitu serangkaian kata – kata yang dipakai dalam bahasa program yang berisi perintah yang akan dieksekusi / dijalankan. Kata – kata tersebut berbentuk intruksi atau perintah dalam bahasa pemrograman yang digunakan.




5.   Simple Statement
Yaitu statement yang tidak berisi statement lainnya.
1.      Assignment Statement yang digunakan untuk memberikan  nilai kesuatu variable.
2.      Statement untuk pemanggilan functional atau procedure yaitu statement yang memanggil functional atau procedure yang telah didefinisikan pada program.
Contoh : pemanggilan procedure dan fungsi pada bahasa pascal dan bahasa c.
1.      Jump Statement digunakan untuk melompati statement – statement lain. Yang termasuk dalam kategori statement ini yaitu : melompat kestatement tertentu.
2.      Compound  Statement
Compound statement (kumpulan statement ) adalah sekumpulan statement yang terdiri dari statement – statement lain, termasuk juga iteration dan selection statement. Pada bahasa pascal, kumpulan statement diawali oleh keywords begin dan ditutup oleh keywords end, sedangkan pada bahasa c, kumpulan statement akan diawali dan diakhiri oleh tanda kurung kurawal.
3.      Interation Statement
Interation statement digunakan untuk melakukan perulangan sekumpulan statement (compound statement).


Functional dan Procedure
Procedure dan Fuction disebut juga subroutie, merupakan blok statement yang dapat dipanggil dari lokasi yang berbeda di dalam program. Yang membedakan antara functional dan procedure yaitu : suatu function jika dijalankan / dipanggil akan mengembalikan suatu nilai.
Ketika procedure atau function dipanggil, kita dapat melewatkan suatu nilai ke dalam function atau procedure tersebut, nilai yang dilewatkan disebut juga argument atau parameter.

Ada dua cara melewatkan nilai yaitu :
1. Passing by Value (dilewatkan secara nilai)
Yaitu jika didalam procedure atau functional dilakukan perubahan nilai parameter yang dilewatkan secara nilai, maka nilai parameter yang sebenarnya tidak ikut berubah, hal ini dikarenakan parameter yang dilewatkan secara nilai akan dicopy sebagai nilai local di procedure/function yang bersangkutan.
2.      Passing by Reference
Yaitu jika didalam procedure atau function dilakukan perubahan nilai parameter yang dilewatkan secara nilai reference, maka nilai parameter yang sebenarnya akan berubah.





BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Didalam elemen-elemen bahasa pemrograman terdapat banyak bahasa yang digunakan. Semua bahasa  tersebut sering kita jumpai dalam sebuah program dalam komputer. Bahasa tersebut semuanya saling berhubungan satu dengan yang lainnya dalam sebuah bahasa pemrograman. Semua bahasa tersebut juga mempunyai fungsi dan penerapan masing-masing dalam sebuah bahasa pemrograman.

3.2 SARAN
Di dalam makalah ini terdapat bahasa-bahasa pemrograman yang mengandung arti dengan elemen–elemen pemrograman. Oleh karena itu pembaca harus memahami dengan cermat dan teliti.untuk mengetahui makalah ini dengan benar



No comments:

Post a Comment